Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menyerahkan tiga unit tong komposter kepada pengurus RT setempat untuk mendukung pengolahan sampah organik.
Ia mengatakan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah perkotaan.
“Mudah-mudahan kegiatan warga ini bisa membantu penanganan sampah di Banjarmasin. Sampah organik yang sudah dipilah nantinya dapat diolah menjadi kompos sendiri,” ujarnya.
Kegiatan kerja bakti itu diikuti sekitar 30 warga yang bergotong royong membersihkan lingkungan komplek.
Sejumlah aktivitas dilakukan, mulai dari membersihkan jalan lingkungan, memangkas pohon dan rerumputan liar, hingga mengeruk tampungan air sungai secara manual.
Tokoh masyarakat setempat, Januardi, menuturkan kegiatan korve rutin tersebut merupakan bentuk dukungan warga terhadap program kebersihan dan pemilahan sampah yang tengah digencarkan pemerintah kota.
“Hari ini kami bergerak di tiga titik sekaligus. Selain membersihkan lingkungan, warga juga mulai diajak membiasakan memilah sampah dari rumah,” katanya.
Menurut Januardi, budaya kayuh baimbai atau bekerja bersama harus terus dipelihara karena menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Sementara itu, Lurah Sungai Andai, Dedi Fernandi mengatakan pihak kelurahan telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan gotong royong warga sepanjang tahun ini. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan operasional hingga konsumsi saat pelaksanaan korve lingkungan.
Ia menyebut gerakan kebersihan dan edukasi pengelolaan sampah akan terus diperluas di wilayah Sungai Andai yang memiliki 73 RT. Menurut Dedi, kegiatan korve rutin dilaksanakan bergiliran setiap pekan dengan melibatkan 10 hingga 20 RT secara bersamaan.
“Kami terus mengedukasi warga, petugas kebersihan, hingga paman gerobak mengenai sistem 3R, yakni reuse, reduce, recycle,” jelas Dedi.
Pihak kelurahan optimistis tingkat keberhasilan pemilahan sampah di Sungai Andai dapat terus meningkat hingga mencapai lebih dari 80 persen. Mereka berharap wilayah tersebut nantinya bisa menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi kelurahan lain di Kota Banjarmasin.