| Jajaran kepala SKPD mengikuti rapat evaluasi program prioritas di Aula Kayuh Baimbai. |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN - Evaluasi kinerja pembangunan Triwulan I 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi titik balik untuk mempercepat realisasi program.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, fokus utama diarahkan pada pembenahan sistem pelaksanaan agar tidak lagi tersendat di tengah jalan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR menilai, tantangan terbesar saat ini bukan pada perencanaan, melainkan pada eksekusi.
Ia mengingatkan seluruh jajaran bahwa waktu yang tersedia semakin terbatas, sehingga dibutuhkan langkah cepat dan terukur.
“Realisasi kita masih rendah. Ini harus jadi perhatian bersama, karena seharusnya program sudah mulai berjalan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antarperangkat daerah untuk mengurai persoalan yang selama ini menghambat.
Menurutnya, kendala seperti anggaran yang belum cair, perubahan perencanaan, hingga proses lelang yang tidak berjalan optimal harus segera diselesaikan secara bersama.
“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Kalau ada kendala, kita duduk bersama mencari solusinya,” tegas Yamin.
Dalam upaya mempercepat realisasi, pemerintah menargetkan bulan April hingga Mei sebagai fase krusial untuk memastikan seluruh program mulai terealisasi di lapangan.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan pakta integritas oleh seluruh SKPD.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Dolly Syahbana menjelaskan bahwa sistem pengawasan kini diperluas dengan melibatkan staf ahli serta Inspektorat.
Langkah ini dilakukan agar setiap tahapan program dapat terkontrol secara ketat.
Menurutnya, staf ahli memiliki peran penting dalam memberikan masukan strategis, sementara Inspektorat memastikan pelaksanaan tetap sesuai dengan rencana.
“Staf ahli kita dorong lebih aktif, dan Inspektorat mengawasi agar semua berjalan sesuai timeline,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kendala terbesar saat ini masih berada pada proses pengadaan, terutama di sektor pekerjaan umum.
Sekitar 43 persen kegiatan masih berada dalam tahap lelang, yang kerap terkendala minimnya peserta.
Kondisi tersebut berdampak pada potensi mundurnya sejumlah proyek strategis. Namun demikian, pemerintah tetap optimistis seluruh program dapat diselesaikan sesuai target.
“Harapan kita, Oktober sudah selesai. Jadi akhir tahun tinggal peresmian atau minimal peletakan batu pertama,” tukasnya.
Dengan evaluasi menyeluruh dan penguatan pengawasan, Pemkot Banjarmasin berharap seluruh program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat tanpa hambatan berarti.