![]() |
| Kepala Bidang KIPH Muhammad Yamani memberikan arahan terkait pentingnya literasi digital bagi masyarakat. |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat benteng kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya kejahatan digital yang kian berkembang.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang melibatkan para Ketua RT di Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (05/05/2026).
Bertempat di Aula BKD Diklat Banjarmasin, forum ini menjadi wadah strategis untuk membekali masyarakat dengan pemahaman terkait berbagai modus penipuan online yang semakin kompleks.
Para Ketua RT diharapkan mampu berperan aktif sebagai penyambung informasi sekaligus pelindung awal bagi warganya dari ancaman digital.
Kegiatan tersebut dibuka oleh perwakilan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik dan Kehumasan, Muhammad Yamani.
Sejumlah narasumber juga turut hadir memberikan materi, di antaranya Arbain, AKP Tigor Hamonangan Sipayung, dan Fitria Widowati.
Dalam penyampaiannya, Yamani menekankan bahwa kemajuan teknologi informasi tidak bisa dilepaskan dari risiko yang menyertainya. Ia menilai, perkembangan digital yang pesat kini dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai aksi penipuan.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus semakin cermat karena pola kejahatan digital terus berkembang dan kian sulit dikenali.
“Perkembangan teknologi informasi saat ini membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, namun juga menghadirkan tantangan berupa maraknya penipuan online dengan berbagai modus yang semakin canggih,” ungkapnya.
Yamani juga menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang mulai dimanfaatkan untuk memperkuat modus penipuan. Menurutnya, kondisi ini menuntut masyarakat agar lebih teliti dalam menyaring informasi yang diterima.
“Teknologi seperti Artificial Intelligence mulai digunakan untuk membuat penipuan terlihat lebih meyakinkan, sehingga kita harus lebih waspada dan tidak mudah percaya,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa peran Ketua RT sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif di lingkungan masyarakat. Para Ketua RT disebut sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi dan mencegah penyebaran informasi menyesatkan.
Menurutnya, keterlibatan aktif Ketua RT akan sangat membantu masyarakat agar tidak mudah menjadi korban kejahatan digital.
“Peran Bapak/Ibu sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada warga, agar mereka bisa lebih waspada dan mampu melindungi data pribadi,” tuturnya.
Selain memberikan materi, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antar pihak dalam memperkuat literasi digital. Yamani pun menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berbagi pengetahuan kepada peserta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, ia berharap forum tersebut mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman digital. Ia menegaskan bahwa kewaspadaan bersama menjadi kunci menghadapi perkembangan teknologi saat ini.
“Semoga kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, aman, dan tanggap terhadap ancaman di ruang digital,” tutupnya.
Melalui FKDM, Pemko Banjarmasin terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga tangguh menghadapi berbagai potensi kejahatan di era digital.
