Pembinaan Berbasis Keterampilan Dinilai Tekan Risiko Residivis

Suasana penyaluran bantuan sarana kegiatan produktif bagi warga binaan dalam program Pelita Warna di Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN –
Program pembinaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin mulai diarahkan pada penguatan keterampilan dan kemandirian warga binaan sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas nanti.

Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Banjarmasin dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Kalimantan, bantuan sarana kegiatan produktif disalurkan dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelita Warna, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pembinaan yang lebih produktif bagi warga binaan, tidak hanya berfokus pada pembinaan mental, tetapi juga keterampilan kerja dan pemberdayaan sosial.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengatakan salah satu tantangan terbesar bagi warga binaan justru terjadi setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Menurutnya, masih banyak mantan warga binaan yang kesulitan memperoleh pekerjaan maupun kembali diterima di lingkungan sosial akibat stigma masyarakat.

“Mereka harus kembali diterima masyarakat, bukan terus dihakimi oleh masa lalunya. Karena itu pembinaan dan keterampilan kerja menjadi penting agar setelah keluar mereka punya kemampuan untuk hidup mandiri,” katanya.

Ia menilai pembinaan berbasis keterampilan dapat membuka peluang baru bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik sekaligus mengurangi risiko kembali terjerumus pada tindakan melanggar hukum.

Karena itu, Pemko Banjarmasin mulai mendorong program-program produktif yang dapat melibatkan warga binaan, salah satunya melalui rencana pengelolaan dan pemilahan sampah.

Menurut Yamin, program tersebut dapat memberi manfaat ganda karena selain mendukung pembinaan, juga membantu penanganan persoalan lingkungan di Kota Banjarmasin.

“Kalau pengelolaan sampah ini bisa direalisasikan, maka saudara-saudara kita di sini punya kegiatan yang produktif. Mereka tidak hanya dibina, tetapi juga diberi kesempatan untuk berkarya,” ujarnya.

Ia menjelaskan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak lapas menjadi langkah penting dalam menciptakan program pembinaan yang lebih berkelanjutan.

Bantuan dari PT Pelindo, lanjutnya, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan keterampilan warga binaan agar memiliki bekal setelah kembali ke masyarakat.

Selain itu, Yamin juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat dalam proses reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas nanti.

“Saya mengajak masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap warga binaan agar mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan setelah bebas,” pintanya.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kondisi di dalam lapas, tetapi juga sejauh mana masyarakat bersedia menerima dan memberi kesempatan kedua bagi mereka.

“Ini investasi sosial jangka panjang. Kalau mereka dibekali keterampilan dan diberi ruang bekerja, maka manfaatnya bukan hanya untuk warga binaan, tetapi juga untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Banjarmasin,” pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال