Ajang tahunan yang mempertemukan siswa-siswi berbakat di bidang seni dan sastra itu dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin melalui pemukulan gong sebagai tanda dimulainya perlombaan.
Suasana acara berlangsung meriah sejak awal dengan penampilan musikalisasi puisi dari para siswa Sekolah Kristen Galilea selaku tuan rumah. Ratusan peserta, guru pendamping, hingga orang tua murid turut memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Yamin menilai kegiatan seni memiliki peran besar dalam membantu perkembangan karakter anak selain pendidikan akademik di sekolah.
"Melalui ajang seperti FLS3N, para siswa dapat belajar mengasah rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan berekspresi di depan publik,": ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari guru dan orang tua agar potensi anak-anak dapat terus tumbuh dan tidak terhambat karena kurangnya pendampingan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan FLS3N tingkat SD tahun ini diikuti sekitar 150 siswa dari 67 sekolah yang tersebar di lima kecamatan.
"Berbagai cabang lomba dipertandingkan, mulai dari seni tari, mendongeng, menyanyi solo, gambar bercerita, kriya, pantomim hingga menulis cerita," jelasnya.
Ryan menyebut FLS3N menjadi wadah penting bagi peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuan sekaligus meningkatkan daya saing mereka di bidang seni dan budaya.
"Saya berharap prestasi Kota Banjarmasin pada tahun sebelumnya dapat kembali terulang, setelah salah satu peserta cabang seni tari berhasil mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional," tukasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong pengembangan minat dan bakat siswa sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berprestasi.