 |
| Barisan ASN Pemko Banjarmasin mengikuti apel pagi sebagai bentuk komitmen kedisiplinan aparatur. |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN - Penekanan pada disiplin dan kinerja nyata menjadi pesan utama Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR saat memimpin Apel Kesadaran Nasional Korpri di Halaman Balai Kota, Jumat (17/04/2026).
Di hadapan ASN dan jajaran perangkat daerah, ia menegaskan bahwa birokrasi harus bergerak lebih cepat dan tidak lagi terjebak pada rutinitas semata.
Menurut Yamin, masih ada pola kerja yang perlu dibenahi, terutama kecenderungan menunda pekerjaan atau sekadar menyelesaikan kewajiban administratif. Ia mengingatkan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam pelayanan publik.
“Tidak boleh lagi ada budaya menunda, disiplin adalah keharusan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya hasil nyata dari setiap program yang dijalankan pemerintah. Ia menilai, kinerja birokrasi harus bisa diukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia mengatakan bahwa kegiatan yang tidak berdampak seharusnya dievaluasi.
“Setiap program harus memberikan manfaat langsung, bukan hanya selesai secara administrasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Yamin mengingatkan bahwa integritas ASN menjadi faktor penentu dalam menjaga kepercayaan publik.
"Sikap jujur, transparan, dan profesional harus menjadi bagian dari keseharian aparatur, karena kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi dalam bekerja," tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, birokrasi yang tidak mampu bertransformasi akan tertinggal.
"ASN harus meningkatkan kompetensi serta memanfaatkan digitalisasi guna mempercepat pelayanan, di mana ASN harus siap bertransformasi dan bekerja lebih responsif,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin turut menyinggung persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di kota.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal penanganan. Ia menilai pendekatan dari sumber akan lebih efektif dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara.
“Penanganan sampah dimulai dari rumah, pilah sejak awal,” tukasnya.