Pemerintah Pastikan Keselamatan Jemaah, Ribuan Jemaah Umrah Dipulangkan dari Jeddah dan Madinah

Suasana pemulangan jemaah umrah Indonesia melalui Bandara Jeddah dan Madinah yang dipantau langsung oleh petugas KJRI Jeddah.

GAUNGINDONESIA.ID, JEDDAH - Pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah terus melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi, menyusul meningkatnya ketegangan situasi di kawasan Timur Tengah. 

Pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan keselamatan serta kelancaran proses kepulangan para jemaah ke Tanah Air.

Dalam dua hari terakhir, yakni 15 hingga 16 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.248 jemaah umrah Indonesia telah difasilitasi kepulangannya melalui dua bandara utama, yaitu Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.

Berdasarkan laporan Satgas Bandara, pada 15 Maret 2026 sebanyak 541 jemaah berhasil diberangkatkan kembali ke Indonesia. Jumlah tersebut meningkat tajam pada 16 Maret 2026 dengan total 1.707 jemaah yang dipulangkan melalui berbagai maskapai penerbangan, di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, Saudia Airlines, Turkish Airlines, Emirates, dan Qatar Airways.

Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan menyeluruh di berbagai titik layanan jemaah untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.

“Kami melakukan monitoring secara intensif di seluruh area layanan jemaah umrah untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Kami juga merespons cepat jika ada kendala yang dihadapi jemaah, baik terkait transportasi, akomodasi, maupun perlindungan jemaah pasca insiden tertentu,” ujarnya di Jeddah, Selasa (17/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah dipantau proses kepulangannya sejak akhir Februari terus bertambah. Hingga 16 Maret 2026, total jemaah yang kembali ke Indonesia tercatat mencapai 28.170 orang.

“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 16 Maret 2026, sebanyak 28.170 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air melalui penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar tetap menjalankan tanggung jawabnya secara profesional dalam memberikan pelayanan kepada jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

Ilham turut mengimbau jemaah agar tetap tenang dan tidak panik apabila menghadapi kendala selama berada di Tanah Suci. Ia meminta agar setiap permasalahan segera dilaporkan melalui saluran resmi yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Kami mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika ada kendala pelayanan agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال