![]() |
| Suasana pertandingan tinju yang berlangsung sengit di Wisma Antasari dalam rangka Harjad ke-500 Banjarmasin. |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMSIN - Puluhan petinju muda unjuk kemampuan dalam Kejuaraan Wali Kota Cup cabang olahraga tinju yang berlangsung di Wisma Antasari, 24–26 April 2026, ajang ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Sebanyak 52 atlet dari berbagai kecamatan turut ambil bagian. Selain mengejar kemenangan, mereka juga memanfaatkan kejuaraan ini sebagai sarana mengasah teknik, mental, dan pengalaman bertanding di atas ring.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa olahraga tinju tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik semata. Ia menilai cabang ini mengandung nilai penting seperti disiplin, strategi, serta kemampuan mengendalikan diri.
Menurutnya, momentum lima abad Kota Banjarmasin harus dimanfaatkan untuk membentuk generasi yang sehat dan berdaya saing, dengan olahraga sebagai salah satu sarana pembinaan karakter.
“Olahraga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Ketua pelaksana, Bayu, menjelaskan bahwa kejuaraan ini menjadi wadah bagi atlet lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan jam terbang.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai langkah menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Namun, ia juga mengakui masih adanya kendala, seperti keterbatasan fasilitas serta pembinaan yang belum merata di semua wilayah. Hal tersebut menjadi perhatian bersama untuk pengembangan olahraga tinju ke depan.
Di sisi lain, para atlet tetap menunjukkan semangat tinggi. Salah satu peserta, Farhan, menilai ajang ini sangat bermanfaat dalam menambah pengalaman sekaligus menumbuhkan sportivitas.
“Kami berharap ke depan ada dukungan lebih, terutama terkait fasilitas dan pembinaan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, serta Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga di daerah.
