![]() |
| Peserta pelatihan mempraktikkan pembuatan konten video menggunakan perangkat sederhana untuk promosi usaha. |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN - Upaya mendorong pelaku usaha mikro agar lebih kompetitif di era digital terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) yang berkolaborasi dengan Balai Pengembangan SDM Komunikasi dan Informatika, digelar Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bertema “Video Content Creator” di Hotel Banjarmasin Internasional, Selasa (21/04).
Adapun kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan PKK, UP2K, dan organisasi wanita.
Staf Ahli Bidang Digitalisasi Pemerintahan, Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik, Ikhsan Budiman, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
" Saya mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah konkret mendorong transformasi digital, pelatihan ini penting untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan utama UMKM saat ini bukan hanya pada kualitas produk, tetapi juga pada cara pemasaran di ruang digital. Menurutnya, banyak produk bagus yang belum mampu bersaing karena kurangnya kemampuan komunikasi dan promosi.
“Masalahnya bukan lagi pada produk, tetapi pada cara menjual dan berkomunikasi,” jelasnya.
Ikhsan menegaskan bahwa kemampuan membuat konten video kini menjadi kunci dalam menarik pasar dan membangun kepercayaan konsumen.
"Pelaku usaha harus mampu tampil dan memanfaatkan media digital secara optimal, di era sekarang, yang lebih terlihat akan menang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Mikro Diskopumker Banjarmasin, Rosehan Fahlifi, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan praktis
"Khususnya dalam pembuatan konten video menggunakan perangkat sederhana seperti telepon genggam, pemanfaatan media sosial menjadi bagian penting dalam strategi promosi usaha.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pelaku usaha mikro mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara langsung dalam bisnis mereka.
