Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyampaikan bahwa program kepeloporan tahun ini menargetkan sekitar 100 peserta dari kalangan usia produktif.
Ia menegaskan, ajang ini difokuskan untuk menggali berbagai inovasi di sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga teknologi.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaring ide-ide kreatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, salah satu peserta, Adimasa Maulana, turut mempresentasikan gagasannya terkait pengelolaan sampah berbasis pendidikan.
"Penting sekali membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini, khususnya di lingkungan sekolah," katanya.
Menurutnya, pembiasaan tersebut dapat menciptakan budaya yang berkelanjutan hingga dewasa, sekaligus mendukung upaya penanganan persoalan sampah di Banjarmasin.
Hal ini sejalan dengan Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelopor (FKPP) Banjarmasin, Zen Riko Maulana, yang mengajak para peserta untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia menilai pemuda harus berani tampil sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan kota.
“Pemuda harus hadir dengan gagasan dan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Hal ini pun di dukung langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, di mana dalam arahannya menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan.
Ia menyebut kemajuan kota sangat bergantung pada kontribusi aktif pemuda yang kreatif dan inovatif.
“Kita ingin pemuda pelopor mampu berkolaborasi dengan pemerintah dan menghadirkan aksi nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia pun berharap melalui ajang ini akan lahir pemuda-pemudi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan daya saing tinggi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin optimistis dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan kota yang lebih maju, bersih, dan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif generasi muda.