Menag Nasaruddin Umar Soroti Pengeras Suara Masjid, ITS Siap Turun Tangan

Mentri Agama, Nasaruddin Umar saat berdiskusi dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Pramujati, di Gedung Rektorat ITS

GAUNGINDONESIA.ID, SURABAYA - Kualitas pengeras suara di masjid dan musala menjadi perhatian Menteri Agama RI,  Nasaruddin Umar

Ia menilai sistem audio yang kurang baik dapat mengurangi kejelasan bacaan imam sehingga pesan yang disampaikan dalam ibadah tidak sepenuhnya diterima oleh jamaah.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat berdiskusi dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Pramujati, di Gedung Rektorat ITS, Jumat (6/3/2026). 

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas peluang kerja sama untuk meningkatkan kualitas perangkat pengeras suara di rumah ibadah.

Menurut Nasaruddin, persoalan teknis seperti sistem speaker sering kali kurang diperhatikan. Padahal, kualitas suara yang tidak jernih dapat membuat bacaan imam dalam salat maupun kegiatan keagamaan sulit dipahami oleh jamaah.

“Kadang-kadang bacaan imam sebenarnya sangat bagus, tetapi karena kualitas speakernya kurang baik, suaranya tidak jernih. Akibatnya pesan atau makna dari bacaan itu tidak sampai dengan baik kepada jamaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas audio yang baik dapat membantu jamaah lebih fokus dan menghayati setiap bacaan dalam ibadah. 

Hal yang terlihat sederhana tersebut, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah.

“Kalau suaranya jelas, orang bisa lebih menghayati. Itu hal sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kualitas ibadah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bambang Pramujati menyatakan pihak kampus siap berkontribusi melalui program pengabdian kepada masyarakat. 

Ia menilai mahasiswa ITS memiliki kemampuan teknis yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki atau merancang sistem pengeras suara yang lebih baik di masjid maupun musala.

“Kami siap membantu menata sistem speaker agar suara di mushola bisa lebih maksimal,” tegas Bambang.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut juga dapat menjadi sarana praktik langsung bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

"Kami berharap kualitas sistem audio di rumah ibadah dapat semakin baik sehingga jamaah dapat mendengar bacaan imam dengan lebih jelas serta menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk," tukasnya. 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال