![]() |
| Pemkot Banjarmasin mendorong penguatan pengelolaan data untuk mendukung perencanaan dan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin ingin setiap program pembangunan memiliki dasar yang jelas sebelum diterapkan. Data yang dimiliki pemerintah didorong menjadi pijakan sejak persoalan diidentifikasi hingga hasil program dievaluasi.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjarmasin memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda saat mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menyampaikan pesan agar penggunaan data dalam pemerintahan tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi.
“Kita harus mengubah cara pandang dari data untuk laporan menjadi data untuk keputusan,” pesan Wali Kota yang disampaikan Hj. Ananda dalam Sosialisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (7/10/2026).
Data yang tersedia di masing-masing perangkat daerah diharapkan dapat menjawab persoalan secara lebih spesifik. Bukan hanya mengetahui berapa jumlah suatu masalah, tetapi juga melihat lokasi, kelompok masyarakat yang terdampak, serta kebutuhan penanganannya.
Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat menyusun skala prioritas sebelum menentukan program yang akan dijalankan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febpry Ghara Utama mengatakan, data yang dikumpulkan perangkat daerah harus memiliki manfaat yang jelas.
“Data itu tidak berhenti pada pengumpulan. Data harus dilihat fungsinya untuk apa, kemudian dianalisis sehingga dapat menjadi bahan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah. Diskominfotik tidak dapat bekerja sendiri karena setiap instansi memiliki data sesuai dengan sektor yang ditangani.
Data pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, ketenagakerjaan hingga pelayanan publik perlu dikelola secara baik agar dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi kota secara menyeluruh.
Pemanfaatan data juga dapat membantu pemerintah menguji kembali efektivitas sebuah program. Ketika sebuah kebijakan telah dijalankan, data dapat digunakan untuk melihat apakah sasaran yang ditetapkan telah tercapai atau masih terdapat persoalan yang harus diperbaiki.
Pola tersebut diharapkan membuat proses pembangunan berlangsung secara berkelanjutan. Data digunakan untuk mengenali persoalan, menjadi dasar perencanaan, mengarahkan pelaksanaan program, kemudian kembali digunakan untuk mengukur hasilnya.
Upaya mendorong pemanfaatan data juga melibatkan kalangan perguruan tinggi dan generasi muda. Salah satunya melalui Banjarmasin Datathon 2026 yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengolah data menjadi analisis terhadap persoalan perkotaan.
Berbagai tema yang diangkat peserta menunjukkan luasnya pemanfaatan data. Mulai dari klasifikasi motif sasirangan dan pemetaan sentra IKM, analisis kebutuhan pelayanan kesehatan puskesmas, hingga pemetaan ketimpangan pelayanan persampahan.
Febria Sera Darnefi dari Universitas Sari Mulia menjadi juara pertama, disusul Muhammad Rizky Aditya dari Universitas Lambung Mangkurat sebagai juara kedua dan Muhammad Fadillah dari Universitas Lambung Mangkurat sebagai juara ketiga.
Gagasan berbasis teknologi juga dikembangkan melalui Banjarmasin Smart City Ideathon 2026. Peserta menghadirkan solusi terkait pemetaan infrastruktur permukiman, pengelolaan aspirasi masyarakat berbasis AI hingga digitalisasi bank sampah dan aksi bersih sungai.
Pemkot Banjarmasin menilai berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa data dapat memiliki manfaat yang lebih besar ketika diolah menjadi informasi yang dapat dipahami dan digunakan.
Untuk mendukung hal itu, pengelolaan portal data pemerintah daerah juga terus diperkuat. Perangkat daerah diharapkan dapat menggunakan data yang terintegrasi sebagai rujukan bersama dalam menyusun perencanaan, penganggaran, pelaksanaan maupun evaluasi.
Kualitas data menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Informasi yang digunakan harus akurat, mutakhir, konsisten dan memiliki standar pengelolaan yang jelas.
Peningkatan kemampuan aparatur dalam membaca dan menganalisis data juga diperlukan agar informasi yang tersedia tidak hanya tersimpan dalam sistem, tetapi benar-benar dimanfaatkan.
Dengan cara tersebut, Pemkot Banjarmasin ingin membangun pola pengambilan keputusan yang lebih terukur. Setiap program diharapkan memiliki alasan yang jelas mengapa harus dilakukan, siapa sasarannya, di mana pelaksanaannya, serta bagaimana keberhasilannya dapat diukur.
Pada akhirnya, penguatan statistik sektoral diharapkan membuat pembangunan Kota Banjarmasin semakin responsif terhadap kondisi masyarakat. Data tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap laporan, melainkan sebagai salah satu dasar utama dalam menentukan arah kebijakan pemerintah.
