![]() |
| Pemko Banjarmasin bersama Forkopimda menyerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga pascakebakaran. |
Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Untuk membantu warga melewati masa tanggap darurat, Pemko Banjarmasin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyalurkan bantuan sosial logistik pada Rabu sore.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pangan dan sandang. Pemerintah juga menyalurkan bantuan uang kepada warga terdampak melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Baznas, ditambah bantuan dari Kapolresta Banjarmasin.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Eka Rahayu Normasari mengatakan bantuan disalurkan berdasarkan jumlah kepala keluarga yang terdampak dalam musibah tersebut.
“Semua ini diberikan kepada kepala keluarga, jadi hitungannya per KK bukan per jiwa. Karena yang terkena dampak dari musibah ini sebanyak 22 KK atau 55 jiwa,” jelasnya.
Tak hanya bantuan logistik, Dinas Sosial juga menyiapkan kebutuhan makanan melalui dapur umum. Namun, lokasi kebakaran yang berada di kawasan pasar membuat makanan diberikan dalam bentuk paket dan langsung diantarkan kepada warga.
“Kami sudah mendirikan dapur umum, hanya saja tidak dibangun di sini karena mungkin akan menyulitkan warga. Lokasinya juga merupakan area pasar yang beroperasi setiap hari. Sehingga permakanan yang kami berikan berupa bungkusan untuk makan pagi dan makan siang,” terangnya.
Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR saat menyerahkan bantuan turut menyampaikan belasungkawa kepada warga yang terdampak. Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu meringankan kebutuhan warga setelah kebakaran.
“Tentunya kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin turut berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran subuh tadi. Kita tidak menginginkan hal ini terjadi, namun ini adalah musibah yang terjadi. Harapan kita, apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dapat meringankan beban Bapak-Ibu sekalian,” ujar Yamin.
Menurut Yamin, pemerintah daerah masih akan melakukan komunikasi dan koordinasi untuk melihat kebutuhan warga setelah penyaluran bantuan awal.
“Kita berharap Bapak-Ibu dalam menghadapi segala hal tentunya harus sabar. Mudah-mudahan kita akan terus komunikasikan lagi dan bisa memberikan dukungan serta terus memperbaiki keadaan yang terjadi seperti ini,” tambahnya.
Di sisi lain, salah seorang korban, Sabri, mengungkapkan detik-detik awal kebakaran. Ia menyebut api pertama kali muncul dari sebuah toko yang berada di sekitar lokasi.
“Awal mula api dari kompor gas di sebelah sini, bibi yang jualan sayur. Kejadiannya sekitar jam 4 lewat subuh,” ungkap Sabri.
Api kemudian cepat membesar dan merambat ke bangunan lain. Sabri menyebut sebanyak 14 toko dan satu mushola terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Awal mula api dari kompor gas, kemungkinan selangnya bocor dan tiba-tiba meletus yang membuat api berkobar hebat. Barang-barang pun tidak bisa diselamatkan lagi, habis semua di dalam toko,” pungkasnya.
Pasca kejadian, Dinas Sosial juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati terhadap sumber api maupun penggunaan peralatan listrik. Imbauan tersebut dinilai penting karena sebagian bangunan di kawasan bantaran sungai menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
“Harapan kami kepada korban, untuk saat ini yang paling penting adalah tetap waspada. Potensi kebakaran bisa berasal dari kompor maupun listrik. Apalagi rumah-rumah warga di bantaran sungai Pasar Lama banyak yang berbahan kayu sehingga mudah terbakar,” kata Ayu.
Ia juga meminta warga memastikan peralatan elektronik dan sambungan listrik dalam kondisi aman, termasuk saat menggunakan pengisi daya telepon seluler, kipas angin maupun perangkat lainnya.
“Harapannya, dalam musim-musim kemarau ini warga dapat berhati-hati terhadap colokan-colokan, baik colokan HP, listrik, kipas angin dan lainnya. Juga memperhatikan apabila melakukan aktivitas di dapur seperti masak-memasak,” imbuhnya.
Pemko Banjarmasin memastikan pemantauan terhadap kondisi warga terdampak akan terus dilakukan selama proses pemulihan berlangsung.
