![]() |
| Suasana ziarah dan tabur bunga di Kompleks Makam Sultan Suriansyah saat peringatan Puncak Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN – Kompleks Makam Sultan Suriansyah di Kelurahan Kuin Utara tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi di Kota Banjarmasin.
Pemerintah Kota Banjarmasin ingin kawasan tersebut dapat menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Banjar dan perjalanan panjang Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyampaikan hal tersebut usai mengikuti ziarah dan tabur bunga di Kompleks Makam Sultan Suriansyah dalam rangkaian Puncak Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Kamis (24/9/2026).
“Kita berharap ini benar-benar bisa memberikan kenyamanan sebagai salah satu cagar budaya yang tentunya menarik perhatian para wisatawan untuk datang melihat sejarah Raja Banjar dan pendiri Kota Banjarmasin,” ujar Yamin.
Menurutnya, pengembangan kawasan tidak boleh menghilangkan karakter sejarah yang melekat pada kompleks makam. Sebab, kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya sehingga setiap pembenahan harus dilakukan secara hati-hati.
“Segala sesuatu ornamennya tidak boleh kita serta-merta merubah. Kita harus mempertahankan apa yang menjadi dari dulunya,” katanya.
Meski begitu, Yamin menyebut pembenahan tetap dapat dilakukan pada sejumlah aspek pendukung. Penataan kebersihan, keasrian kawasan serta kenyamanan pengunjung dinilai penting agar kompleks makam dapat menerima lebih banyak peziarah dan wisatawan.
“Namun kita bisa memperbaharui dengan menjaga keasrian, kebersihan dan kenyamanan bagi para peziarah maupun pengunjung,” jelasnya.
Pemko Banjarmasin juga berharap status cagar budaya yang dimiliki kawasan tersebut dapat berjalan beriringan dengan pengembangan wisata religi.
“Ya, tentunya kita mengharapkan bahwa Makam Sultan Suriansyah ini menjadi salah satu wisata religi. Ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Tentunya cagar budaya ini harus dikelola dengan sebaik-baiknya,” tutur Yamin.
Kompleks Makam Sultan Suriansyah sendiri menjadi lokasi ziarah dalam rangkaian Puncak Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Ziarah berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Kota Banjarmasin.
Dalam kegiatan tersebut, Yamin hadir bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani, Wakil Wali Kota Hj Ananda, jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Yamin mengatakan, memasuki usia lima abad, Banjarmasin perlu terus mengingat sejarah sekaligus meneruskan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
“Ya, tentunya hari ini adalah hari yang penuh bersejarah bagi kota kita, khususnya lima abad Kota Banjarmasin. Hari ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 tahun dan kita selalu melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Sultan Suriansyah,” ujarnya.
Ia menyebut Sultan Suriansyah merupakan tokoh penting dalam perjalanan sejarah Banjarmasin. Karena itu, perjuangan dan nilai kebaikan yang diwariskan diharapkan dapat menjadi pegangan dalam membangun kota untuk generasi berikutnya.
“Beliau adalah tokoh di mana berdirinya Kota Banjarmasin. Tentunya kita harus meneladani dan memberikan apa yang menjadi sesuatu kebaikan untuk Kota Banjarmasin demi masa depan anak cucu kita,” katanya.
Selain peninggalan sejarah, Yamin mengingatkan bahwa identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai juga merupakan warisan yang harus dijaga bersama.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sungai agar pembangunan kota tetap berjalan tanpa menghilangkan karakter Banjarmasin.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Banjarmasin yang saya cintai dan saya sayangi. Ke depan kita harus menjadikan Kota Banjarmasin ini benar-benar kota yang nyaman, kota yang indah, dan menjadi warisan yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
“Kota Seribu Sungai ini harus kita jaga. Kita harus menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah tidak lain adalah demi masa depan anak cucu kita ke depan,” tukasnya.
