![]() |
| Pemerintah Kota Banjarmasin meraih dua penghargaan Terbaik I tingkat kota pada kategori akses pendidikan dan Implementasi Program 3 Juta Rumah di Balikpapan |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN – Akses pendidikan dan hunian layak menjadi dua sektor yang mengantarkan Pemerintah Kota Banjarmasin meraih penghargaan Terbaik I tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan.
Dua penghargaan tersebut diraih pada Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dan Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah. Keduanya diberikan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Platinum, Balikpapan, Kamis (3/9/2026).
Pada sektor pendidikan, Banjarmasin tidak hanya memperoleh predikat Terbaik I, tetapi juga mendapatkan insentif sebesar Rp2 miliar. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto kepada Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR.
Sementara pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Banjarmasin kembali menempati posisi Terbaik I tingkat kota. Capaian tersebut turut didukung program bedah rumah sebanyak 300 unit untuk masyarakat.
Dua penghargaan ini menjadi gambaran bahwa program pemerintah daerah menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari kesempatan memperoleh pendidikan hingga kebutuhan terhadap tempat tinggal yang layak.
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, bukan keberhasilan dirinya secara pribadi.
“Setiap capaian pemerintah bukanlah keberhasilan Wali Kota seorang diri. Ini adalah hasil kerja kita bersama,” ujar Yamin.
Menurutnya, penghargaan yang diterima harus menjadi motivasi bagi jajaran Pemko Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pembangunan.
Yamin menekankan agar setiap capaian yang diperoleh pemerintah tidak berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi menjadi pemacu untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada.
“Penghargaan ini harus menjadi penyemangat untuk terus bekerja, memperbaiki kekurangan, menjaga integritas dan disiplin, serta memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Insentif Rp2 miliar yang diperoleh melalui kategori akses pendidikan menjadi peluang untuk memperkuat program pendidikan di Kota Banjarmasin. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan tersebut agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan pendidikan.
Hal serupa berlaku pada program 300 unit bedah rumah. Bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan nyata bagi warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
Dengan demikian, dua penghargaan Terbaik I yang diraih Banjarmasin tidak hanya menggambarkan capaian pemerintah daerah dalam penilaian kinerja, tetapi juga menjadi penanda atas upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pemko Banjarmasin pun masih memiliki pekerjaan untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan dan perumahan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Capaian tersebut pada akhirnya menjadi lebih bermakna ketika penghargaan yang diterima pemerintah mampu berujung pada semakin mudahnya masyarakat mengakses pendidikan dan semakin banyak keluarga yang menempati hunian layak.
