Pendidikan Prasekolah Diperkuat, Banjarmasin Bidik Generasi Cerdas dan Berkarakter

Peringatan HKG PKK ke-54 di Banjarmasin

GAUNGINDONESIA.ID, 
BANJARMASIN – Kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini terus menjadi perhatian di Kota Banjarmasin. 

Pemerintah daerah bersama Bunda PAUD dan kader PKK mendorong agar setiap anak mendapatkan pengalaman belajar prasekolah sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.

Dorongan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Rabu (19/8/2026). 

Penguatan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah dinilai menjadi salah satu langkah untuk membangun kesiapan anak sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Bunda PAUD Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani mengatakan, pendidikan prasekolah memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar mempersiapkan anak memasuki SD. 

“Anak tidak hanya perlu disiapkan untuk bisa membaca atau berhitung, tetapi juga harus memiliki karakter, kemandirian, rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi,” ujar Neli.

Ia menyebut tingkat partisipasi PAUD di Banjarmasin terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data PAUDPEDIA Kemendikdasmen, APS PAUD tercatat sebesar 72,5 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 89,6 persen pada 2025. Angka tersebut ditargetkan kembali meningkat menjadi 90,5 persen pada 2026.

Menurut Neli, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini. 

Namun, capaian partisipasi juga harus diiringi dengan pemerataan agar anak dari keluarga dengan kondisi berbeda tetap memperoleh kesempatan yang sama.

“Jangan sampai kondisi ekonomi menjadi alasan anak tidak mendapatkan kesempatan belajar sejak dini,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Bunda PAUD dan TP PKK Kota Banjarmasin mengoptimalkan peran kader di tingkat kecamatan hingga kelurahan. 

"Kader diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai manfaat pendidikan prasekolah," harapnya. 

Ia menilai pendekatan langsung kepada keluarga justru dapat menjadi cara efektif untuk meningkatkan partisipasi. Ia mengatakan gerakan tersebut tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar.

“Mengingatkan satu orang tua, mengajak satu anak, atau menyampaikan informasi tentang pentingnya pendidikan prasekolah juga merupakan bagian dari gerakan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan layanan pendidikan yang tersedia dapat diakses oleh keluarga. 

"Pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan jumlah satuan pendidikan, tetapi juga menyangkut pemahaman orang tua dan kemampuan keluarga memanfaatkan layanan tersebut," jelasnya. 

Pendidikan prasekolah, lanjutnya, harus memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia anak. Proses belajar diharapkan membantu anak mengenal lingkungan, membangun kepercayaan diri, belajar bekerja sama dan mengembangkan kemandirian.

Di sisi lain, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR menyampaikan bahwa keterlibatan kader PKK dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menjangkau keluarga. Ia menilai kader memiliki kedekatan dengan masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan.

“PKK tidak boleh berjalan sendiri. Gerakannya harus terintegrasi dengan program pembangunan daerah,” katanya. 

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, upaya mempersiapkan generasi penerus perlu dilakukan sejak anak berada pada tahap awal pertumbuhan.

Yamin menilai keluarga memiliki peran utama dalam membentuk fondasi anak, sementara pemerintah dan masyarakat bertugas menciptakan lingkungan yang mendukung proses tersebut.

“Kalau kita ingin anak-anak Banjarmasin tumbuh cerdas, mandiri, percaya diri dan berkarakter, persiapannya harus dimulai sejak dini,” tuntasnya. 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال