![]() |
| Peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Bahasa Inggris bertema "Empowering Banua Youth for the World" yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Disbudporapar, Kamis (16/7/2026). |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN – Antusiasme tinggi ditunjukkan pemuda Kota Banjarmasin terhadap program Pelatihan Bahasa Inggris yang digagas Pemerintah Kota Banjarmasin. Sebanyak 243 orang mendaftarkan diri, namun hanya 40 peserta yang berhasil lolos mengikuti pelatihan tatap muka setelah melalui serangkaian seleksi.
Program bertajuk "Empowering Banua Youth for the World" itu dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda di Aula Banjarmasin Culture Hub, Kamis (16/7/2026), sebagai bagian dari implementasi 22 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan besarnya jumlah pendaftar menunjukkan semakin tingginya kesadaran generasi muda akan pentingnya penguasaan bahasa asing.
"Pendaftar tahun ini mencapai 243 orang. Setelah dilakukan seleksi administrasi, pembelajaran awal, hingga tahapan berikutnya, terpilih 40 peserta yang mengikuti pelatihan secara langsung. Nantinya akan dipilih lagi 20 peserta terbaik untuk mengikuti pembelajaran di Kampung Inggris Pare," ujarnya.
Ia menjelaskan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, termasuk kesempatan mengikuti program lanjutan hingga beasiswa melalui kerja sama dengan Global English Kampung Pare.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di era global.
"Hari ini mewakili Pak Wali Kota Banjarmasin, kami membuka secara resmi English Language Training. Mudah-mudahan melalui pembelajaran bahasa asing ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda Kota Banjarmasin dalam menata masa depannya," katanya.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bentuk investasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan maksimal, sehingga ilmu yang diperoleh mampu mendukung pendidikan, karier, hingga pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Banjarmasin," tukasnya.
